Friday, February 17, 2017

Meraih Sukses dengan Jualan Kue Kering




Liche Lidiawati bersyukur mempunyai ibu yang suka memasak. Kegemaran ibunya ini menular dalam dirinya sehingga dunia masak-memasak pun tak asing bagi Liche. Ia merasa menyukai memasak sejak duduk di bangku SMA. Semenjak Liche mempunyai anak, ia rajin membuat kue kering.

Awalnya mengkreasikan sereal coco crunch yang disukai anak-anak menjadi kue kering. Ia mengaku tak pernah mengikuti les membuat kue karena yang diajarkan ibunya sudah lebih dari cukup.
Kabar menggembirakan pun datang. Ternyata kue kering bikinannya juga disukai teman-teman kerjanya. Maka Liche mencoba menjual kue kering secara terbatas dengan harga Rp 5.000 per stoples. Ketika pesanan semakin bertambah, dia mengambil asisten rumah tangga untuk membantunya.

Rasa kue kering buatan Liche yang gurih dan enak pun mendapat tempat di hati konsumen. Pesanan semakin banyak. Rupanya para konsumen yang cocok dengan cita rasa kue kering Liche, menganjurkan kepada rekan-rekannya untuk membelinya.

Saat harga bahan kue naik karena krisis moneter, Liche bermaksud mengurangi produksi. Namun sungguh diluar perkiraannya, meski harga naik, konsumen justru banyak membeli kue kering buatannya menjelang Lebaran. Liche pun sadar, Hari Raya adalah waktu yang potensial untuk penjualan kue kering.

Untuk memberikan pilihan rasa sesuai keinginan konsumen, Liche berinovasi menambah aneka rasa kue kering buatannya. Buah-buahan, kacang hijau, dan cokelat menjadi pilihan bahan bakunya. Setidaknya saat ini ada 100 varian kue kering berhasil diciptakan.

6 tahun berlalu sejak merintis usahanya pada tahun 1996. Bisnis Liche tumbuh subur, jumlah karyawan meningkat, produksi semakin berlimpah. Pada tahun 2002, Liche pun membangun pabrik seluas 600 meter persegi dengan mempekerjakan karyawan berjumlah sekitar 80 orang.

Pada tahun 2009, kue keringnya diberi label "Yorya" yang merupakan kependekan dari nama ketiga anaknya. Label tersebut sekaligus dipatenkan sebagai merek usaha.

Selama menjalani bisnis ini, Liche mengakui bahwa usaha kue kering adalah usaha musiman. Penjualan akan mengalami peningkatan yang tajam ketika Lebaran dan Natal. Liche bisa menjual hingga 9.000 lusin stoples pada bulan menjelang Lebaran. Pada perayaan Natal biasanya Liche menerima pesanan sekitar 2.000 lusin. Kalau pada waktu biasa, 50 lusin stoples kue kering yang dapat terjual. Omzet penjualan per tahun diperkirakan sekitar Rp 4 miliar.

Sang anak turut membantu membuatkan website Yorya Cookies. Dan sejak ada situs tersebut, agen kue Yorya meluas dari Aceh hingga Papua. Ada 3 paket keagenan yang disediakan bagi yang tertarik menjadi agen Yorya, yakni Silver, Gold, dan Platinum. Sebelumnya, tidak ada syarat apapun jika ingin jadi agen kue Yorya.

Saat ini terdaftar kurang lebih 200 agen. Harga jual kue Yorya untuk agen adalah berkisar antara Rp 47.500 – Rp 52.500 per stoples. Adapun harga jual untuk eceran seharga Rp 70.000 – Rp 75.000 per stoples.


*Disadur dari http://bisniskeuangan.kompas.com

No comments: