Tuesday, January 24, 2017

Empat Penulis Indonesia yang Sukses di Jalur Menulis

 Menulis Bisa Menjadi Sumber Kesuksesan



Menurut survei yang dilakukan Gramedia-Kompas, ada empat penulis Indonesia yang berhasil mengumpulkan pendapatan miliaran rupiah dari hasil karya mereka. Semoga kesuksesan mereka menjadi inspirasi bagi penulis-penulis lain.

1.       Andrea Hirata
Karyanya, novel Laskar Pelangi yang diterbitkan pada 2005 itu telah dicetak berulang- ulang dan saat ini tak kurang dari 600.000 eksemplar telah dijual dengan total keuntungan Rp3,6 miliar.

Pendapatan tersebut belum termasuk hasil dari karya-karya lainnya, yaitu Sang Pemimpi dan Maryamah Karpov, serta bonus tambahan dari karyanya yang difilmkan.

Andrea Hirata pernah menerima penghargaan kategori sastra Indonesia pada Internationale Tourismus Borse (ITB) Buch Award 2013 di Berlin. Buku Laskar Pelangi menjadi salah satu acuan penilaiannya. Laskar Pelangi dinilai layak karena memaparkan kisah berlatar lokal. 


2.   Habiburrahman El Shirazy
Karya-karyanya selalu dinanti para pencinta buku. Sebagian besar karya Habiburrahman yang berupa novel berada di rak-rak buku best seller di semua toko buku di Tanah Air.

Di antara karyanya yang paling fenomenal adalah Ayat- Ayat Cinta yang diterbitkan tahun 2004 oleh Penerbit Basmala dan Republika. Novel ini telah mengalami cetak ulang puluhan kali hingga menembus angka penjualan tertinggi 400.000 eksemplar. Begitu tingginya animo pembaca, novel ini bahkan tidak hanya dicetak ulang, tapi juga dibuat versi filmnya dan ditonton oleh 3,5 juta orang.

Karya-karya lainnya yang juga laris adalah Di Atas Sajadah Cinta ( 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 ( 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta (2010), dan The Romance.

Berkat novel-novelnya tersebut, pria jebolan Universitas Al- Azhar, Kairo, Mesir ini sebagai penulis terkaya kedua di Indonesia dengan Rp 2,4 miliar.


3.   Mira Widjaya
Penulis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti tahun 1979 ini telah menghasilkan puluhan karya, utamanya roman. Tak kurang dari 20 karya Mira menyentuh penjualan terbaik atau best seller. Dari sekian banyak karyanya, yang paling fenomenal adalah Cinta Sepanjang Amazon (2009).

Novel ini merupakan karya Mira yang ke-75 dan telah dibuat versi layar lebarnya. Cinta Sepanjang Amazon sukses mengantar wanita kelahiran Jakarta ini menjadi penulis terkaya dengan total pendapatan tak kurang dari Rp2 miliar.


4.      Dewi Lestari
Akrab dipanggil dengan sapaan Dee ini berhasil menempati posisi keempat sebagai penulis terkaya lewat karya Supernova. Novel pertama Dee yang sensasional Supernova Satu: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh diterbitkan Februari 2001. Novel ini laku 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75.000 eksemplar.

Sukses dengan novel pertamanya, Dee lalu meluncurkan novel kedua, yaitu Supernova II: Akar, pada Oktober 2002. Novel ini sempat mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan umat Hindu. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/- Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan yang Maha Esa dalam Hindu sebagai kover dalam bukunya. Akhirnya, pada cetakan kedua, lambang tersebut tidak ditampilkan lagi.

Pada Januari 2005 Supernova episode Petir diterbitkan. Tiga tahun setelah Petir dirilis, Dee meluncurkan novel terbarunya Rectoverso (2008) yang merupakan paduan fiksi dan musik. Buku Rectoverso terdiri atas 11 fiksi dan 11 lagu yang saling berhubungan.


Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca artikel tentang "Empat Penulis Indonesia yang Sukses di Jalur Menulis" ini. Semoga bermanfaat bagi Anda.



Sumber: www.koran-sindo.com

No comments: