Tampilkan postingan dengan label jualan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jualan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2017

Meraih Sukses dengan Jualan Daging dari Tempe


Benarlah kata orang-orang bijaksana bahwa di balik kesulitan ada hikmah yang bermanfaat bagi manusia. Ketika harga daging sapi di dalam negeri yang semakin membumbung, ternyata menjadi peluang bagi sebagian orang untuk mengambil keuntungan. Adalah Muhammad Hidayat yang menciptakan daging dari bahan nabati.

Ia menyatakan bahwa daging dari bahan nabati tersebut rasanya seperti daging sapi padahal dibuat dari tempe. Produk itu murni dari tempe dengan diberi beberapa bumbu pelengkap. Proses pembuatannya sederhana, tempe diberi bumbu lantas dihancurkan atau digiling. 


Hidayat memulai usaha ini sejak 2013. Idenya muncul saat itu saya berminat pada bisnis kuliner yang tampil spesial, modern, dan ekonomis. Harga daging sapi di Makassar waktu itu cukup mahal, yaitu Rp 95.000/kg. Saya berpikir bagaimana membuat daging sehat dan bermanfaat dalam jangka panjang.


Akhirnya terpikir coba-coba mengolah tempe. Merasa uji cobanya harus mendapatkan penilaian dari masyarakat luas, Hidayat membuka usaha kebab dan burger di Makassar, sebagai cara mempromosikan daging nabati miliknya. Hasilnya sungguh memuaskan.


Kemudian Hidayat memberanikan diri menjual produk olahannya tersebut dengan harga Rp 2.000/pcs. Mantan reseller baju itu mampu meraih penjualan senilai Rp 50 juta/bulan.



*disadur dari finance.detik.com

Jumat, 29 Maret 2013

Nikmatnya Jualan Kue Pukis



Pandai melirik ceruk bisnis yang belum digeluti orang lain,
menjadi modal dalam menyelami suatu usaha.
Begitu pula yang dialami oleh pengusaha kue pukis rumahan, Sri Nikmati.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia ingin cari tambahan uang.
Berawal dari hobi, ia mulai kumpulkan uang
dengan berbisnis kue pukis.

"Kenapa kue pukis? Karena teman-teman belum ada yang bikin kue itu,
saya ambil peluang yang orang lain belum ambil," tuturnya.

Modal awal sebesar Rp 60.000 saja untuk bahan membuat kue.
Keuntungan yang didapat bisa mencapai dua kali lipat lebih.

"Belum ada niatan untuk buka usaha lebih besar.
Satu pukis saya jual Rp 2.000, per hari saya terima orderan 70 pukis,
saya untung bersih sekitar Rp 80.000, per bulan saya dapat Rp 2,4 juta," bebernya.

Pemasaran kue pukis ini pun cukup mudah,
hanya andalkan promosi dari mulut ke mulut.
kue buatannya dijajakan ke rumah sakit, kantin universitas,
sampai ke agen kue.

Kendala berjualan kerap dialami.
Namun, tekad dan kerja kerasnya
tak indahkan kendala tersebut sebagai suatu halangan.



Tak Takut Berbagi Resep

Ia tak takut berbagi resep kue pukisnya
kepada teman-teman atau siapa pun yang membutuhkan.
Dirinya tidak takut bila resep andalannya diikuti orang.
Tidak ada yang perlu dirahasiakan.
"Rejeki sudah diatur, lebih enak berbagi.
Makin banyak yang membuat,
kue pukis makin membudaya.


Sumber: Okezone.com