Bagi sebagian orang, batok kelapa mungkin hanyalah limbah yang berakhir sebagai kayu bakar. Namun, di tangan Tiar Bachroni (28), pemuda asal Kudus, material sederhana ini bertransformasi menjadi produk seni kriya bernilai tinggi melalui Oni Made Craft, tempat usahanya.
Kisah perjalanan Tiar membuktikan bahwa kreativitas yang dibarengi dengan kepedulian lingkungan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, bahkan hingga menembus pasar internasional.
Memulai Bisnis dengan Modal Beasiswa
Setelah lulus dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tahun 2017, Tiar tidak memilih jalur karier konvensional. Ia justru memilih menekuni bisnis kerajinan batok kelapa.
Modal awal yang digunakan pun tergolong minim namun penuh perjuangan:
Rp1.000.000 dari tabungan beasiswa kuliah untuk membeli mesin ukir.
Rp200.000 untuk ongkos menuju Yogyakarta demi menimba ilmu.
Di Yogyakarta, Tiar berguru langsung kepada pengrajin senior. Ia rela bekerja tanpa bayaran selama seminggu, asalkan mendapatkan ilmu dan tempat tinggal. Prinsip "haus ilmu" inilah yang menjadi fondasi kuat Oni Made Craft hingga saat ini.
Keunikan Produk Oni Made Craft
Apa yang membedakan Oni Made Craft dengan kerajinan batok kelapa lainnya? Jawabannya terletak pada estetika dan inovasi bentuk.
"Jika pesaing membuat mangkok dengan bentuk biasa, kami membuat mangkok dengan aksen ombak atau lengkungan artistik," ujar Tiar.
Produk yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari:
Suvenir & Miniatur: Cocok untuk buah tangan atau kado unik.
Alat Makan (Tableware): Mangkok, sendok, dan gelas yang ramah lingkungan.
Hiasan Dinding: Memberikan kesan rustic dan alami pada interior rumah.
Strategi Digital: Kunci Menembus Pasar Global
Tiar menyadari bahwa produk seni kriya memiliki target pasar yang spesifik. Oleh karena itu, ia fokus pada pemasaran digital sejak awal. Mengandalkan word of mouth (mulut ke mulut) saja tidak cukup.
Dengan memanfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, dan Shopee, Oni Made Craft berhasil menjangkau konsumen dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan, hingga Papua. Tak tanggung-tanggung, kualitas produknya pun telah diakui mancanegara dengan adanya pesanan dari Inggris dan Prancis.
Data Bisnis Oni Made Craft:
| Aspek | Detail |
| Lokasi Workshop | Desa Ngemplak, Kec. Undaan, Kudus |
| Pendapatan Rata-rata | Rp5 Juta - Rp6 Juta per bulan |
| Tenaga Kerja | 2 orang (Produksi & Pemasaran) |
| Target Pasar | Semua kalangan (Ibu rumah tangga hingga kolektor seni) |
Tips Bertahan di Industri Kreatif ala Tiar Bachroni
Menjalankan bisnis sejak 2017 tentu bukan hal yang mudah. Tiar membagikan tiga kunci utama agar bisnis kerajinan tetap eksis:
Ingat Niat Awal: Selalu kembali pada motivasi membantu orang sekitar dan melestarikan lingkungan.
Inovasi Tanpa Henti: Terus menciptakan desain baru agar konsumen tidak bosan.
Belajar Online Marketing: Dunia digital terus berubah, maka kemampuan pemasaran harus selalu diperbarui.
Melalui Oni Made Craft, Tiar berharap dapat membuktikan bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk impor, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar melalui kreativitas.
Sumber gambar: www.freepik.com
Sumber artikel: www.kompas.com
